your homework help cardiff university creative writing staff apps to do my homework case study price elasticity demand creative writing describing a person holy cross creative writing minor will writing service co op creative writing film studies creative writing workshops oakville ap physics homework help sea past papers creative writing cover letter for placing an order syracuse university mfa creative writing could you do your child's homework question paper answers communication skills of creative writing describe a flower creative writing doing your homework images creative writing south west

Cerita Polres Ciamis Tangkap Ayah Tiri Penganiaya Anak Hingga Meninggal

CIAMIS – Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis Polda Jawa Barat menangkap Asep Doni (25), ayah tiri yang menganiaya Alvin Putra Syamsulbahri (3,5) di Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis hingga meninggal dunia.

Asep Doni ditangkap ketika akan memakamkan korban di daerah Sukaraja, Tasikmalaya, Senin (21/10/2019) malam.

“Ditangkap saat menghadiri pemakaman korban,” jelas Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso saat menggelar Press Release di Mapolres, Selasa (22/10/2019).

Lulusan Terbaik Akpol 2001 ini menambahkan, ketika hendak dimakamkan ayah kandung korban sebenarnya menolak. Mereka meminta jenazah korban diotopsi karena ada luka lebam di wajah korban seperti bekas dianiaya.

“Atas dasar itu, dia melaporkan kejadian ini ke Polsek Cikoneng, Kabupaten Ciamis,” terang Kapolres.

Pihaknya segera melakukan penyelidikan dan akhirnya terungkap bahwa korban meninggal karena dianiaya Asep. Meski awalnya pelaku merangkai cerita bahwa dirinya bersama anak tirinya mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

“Korban dianiaya di perjalanan dari rumah pelaku ke rumah orangtua pelaku. Pelaku berdalih menganiaya karena korban kerap rewel dan menangis. Pelaku memukuli korban di bagian perut dan kepala hingga tak sadarkan diri,” urai Kapolres.

Celakanya, saat melakukan penganiayaan, pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku memukul bagian tangan, wajah dan perut korban,” sambung Kapolres.

Atas perbuatannya melanggar pasal 76 Jo pasal 80 ayat 3 UU No. 35 Th. 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Th 2002 Tentang Perlindungan Anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan/ denda paling banyak Rp. 3.000.0000.000,- (tiga miliar rupiah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *